Kamis, 10 Agustus 2017

BIARLAH

Kunyanyikan rahasia itu,
Agar tetap remang dan rahasia
Karena rahasia bukan berarti tak bisa di baca.

Jiwaku,,,

Aku tak tau malam itu, manakah yang lebih dingin?
Air embun yang melekat di ranting-ranting
Atau darahku yang membeku, karena detakan jantung yang tak beraturan

Dibawah pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi,

Dibalik kelam bulan sendiri,,
Bintangpun tidak bernyanyi
Namun Gelap menerima denyut-denyut itu,,
Ada ratap,,
Ada kebiruan,,
Keduanya berjalin mesra menghidupkan bayangan

Jiwaku,,,

Aku percaya, tapi engkau tidak percaya
Engkau minyak dan aku air,
Dibelanga manapun kita tidak bisa bertemu?

jiwaku,,,

Tangan-tangan putih disertai hati itu..
Jangan di ulur lagi
biarkan dia tertatih-tatih mendaki puncak ketinggian ini
Alam hanya selembar
bersujud berbasah-basah
nantinya akan berlayar jua,
Biarlah...

(Jakarta, 6 Desember 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

About Me

ela nofita sari lahir di kabupaten kerinci .

Follow Me

Search